Assalamu'alaikum
Pa...
Entah harus darimana ibu nulis surat ini. Seperti yang bapa tahu, pekan ke-3 ini dikelas matrikulasi yang ibu ikuti dan selalu ceritakan ke bapa bahwa tugasnya adalah buat surat cinta ke bapa. Dan i don't know what must i do...??? Jauh sebelum kita bertemu, memang ibu pernah dapat beberapa surat semacam ini...tapi ibu sendiri saja kalo baca surat mereka jadi geli dan males nanggepin karena ibu bukan tipikal yang begitu2an lah. Hehe...
Tapi, tugas ini harus ibu kerjakan. Ibu akan coba tulis apa yang ibu rasakan. Bagaimana hati ibu ke bapa selama Lebih dari 6 tahun kita bersama. Bagaimana ibu merasa orang yang sangat beruntung akan kehadiran bapa dalam hidup Ibu.
Pa...
Kita bertemu memang sebelum akad nikah, yaa sebagai adik dan kaka kelas namun tak pernah terpikir untuk berkenalan atau sebagai nya...ya karena kita di pesantren sampai akhirnya beberapa bulan sebelum pernikahan kita ini masih belum yakin bahwa bapa lah yang akan menjadi pendamping ibu dan saat akad nikah selesai hati ibu masih tawar dan datar tak ada bunga-bunga seperti layak nya pasangan yang baru menikah. (Mungkin bapa merasakan sikap dingin ibu). Dan ibu mulai merasa ada kehangatan di hati ibu saat maghrib acara resepsi break dan bapa pijitin kaki ibu dan tanya "cape yaa..." Dan ibu kaget... (Dalam hati ibu bilang:ko dia baik banget yaa.)...disitulah ibu mungkin bisa dibilang mulai jatuh cinta sama bapa.
Hari hari berikutnya ibu benar-benar merasakan nikmat hidup bersama bapa. Bapa penuh perhatian. Dan itu makin terlihat pada saat kelahiran ahbib anak kita, bapa begitu perhatian, melakukan apa yang mungkin suami lain enggan melakukan.
Dan saat ibu memutuskan untuk ikut bapa hijrah ... Karena ibu yakin, bapak layak dan patut untuk di ikuti. Ini bukti bakti ibu sebagai Istri. Semoga Alloh catat sebagai ibadah ibu ya pa.
Jujur pa, awal hidup disini memang berat ibu rasakan. Ibu tidak pernah merasakan nyuci baju sendiri, makan tinggal makan dan semuanya serba enak dan disini ibu kerjakan yg dulu tidak pernah ibu kenal. Sering jenuh, iyaa pa pasti. Namun dengan sikap bapa yang sabar dan senantiasa siaga membantu urusan yang bagi suami lain enggan lakukan membuat ibu terkesan.
Namun dibalik sikap bapa yang perhatian, penyabar ada sikap bapa yang sering bikin ibu naik darah seperti sikap bapa yang gak rapihan. Ah sudahlah pasti lebih banyak sikap ibu yang bapa gak suka juga cuma demi kebaikan bapa enggan protes.
Pa...terus bimbing ibu jadi istri yang sholihah ya pa...yang bapa idamkan. Karena setinggi apapun pendidikan ibu, tak akan berarti tanpa bimbingan agama dari bapa.
Pa, setelah ibu memutuskan untuk tidak berkarir lagi diluar rumah. Cita cita ibu saat ini adalah mensukseskan anak-anak kita pa. Tolong bantu ibu ya pa.
Mungkin ini surat cinta dari ibu...semoga Alloh meridhoi kita ya pa dan mempersatukan kita selama nya di dunia dan akhirat bersama anak anak kita.
Jumat nan Syahdu
Narogong, 10 Februari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar