Sabtu, 28 Januari 2017

Assalamu 'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Bismillahirrohmanirrohim

Saya sampai dengan tahun 2013 adalah dosen aktif di program studi kebidanan, namun kondisi saat itu yang tidak memungkinkan saya untuk terus bekerja diluar rumah sedang anak terlantar dirumah (karena sulitnya mencari asisten rumah tangga yang sesuai dengan satandar saya). maka saya harus ambil keputusan untuk berhenti. namun, sampai dengan tahu 2015 saya masih bisa untuk tetap sekali - kali mengajar (ketika saya mengajar anak-anak dipegang oleh suami). 
ketika anak kedua lahir, saya total off karena tidak mungkin lagi saya tinggal lagi keluar rumah untuk jangka waktu lama. akhirnya hari - hari saya dirumah tanpa aktifitas apapun. Jenuh pun sering melanda, bisa di bilang Post Power Syndrom akibat dan akhirnya saya sering sedih tidak jelas, sering marah pada suami. ngasuh anak sekenanya, nyekolahin anak di paud tanpa tau esensi pendidikan apa yang dibutuhkan anak, ah kacau lah. 
sampai pada tahun 2016, Alloh izinkan saya untuk berangkat haji dan disana yang saya fikirkan adalah anak. anak saya tinggal 40 hari maka saya harus ibadah disana saat itu dengan maksimal (jerit saya dalam hati) dan Alhamdulillah, dalam perjalanan disana, saya berfikir kalo haji saja saya persiapkan sedemikian rupa beritikad harus maksimal maka kenapa anak yang sudah Alloh titipkan kepada saya tidak saya jaga dengan maksimal. dan saat di msjid nabawi saya paling senang ketika ada anak-anak sedang melantunkan ayat suci al-quran tanpa melihat mushaf yang artinya mereka sedang murojaah hafalan mereka dan saya pasti nangis melihat itu dan saya berazzam bahwa anak saya pun harus hafal qur'an juga seperti anak-anak yang lain. agar  kelak anak-anak saya dapat memberikan mahkota kehormataan kepada orangtua nya sebagai hadih dari Alloh bahwa barangsiapa menghafal quran mak baginya dapat menyematkan mahkota kehormatan untuk kedua orangtuanya.

dari situ saya selalu teraik dengan dunia parenting, dan ketika berdoa ditempat yang mustajab pasti ada selipan doa agar anak-anak bisa dikaruniai kemudahan meghafal qur'an. dan berazzam pendidikan akan saya ambil alih sendiri selama saya mampu dan saya sampaikan hal ini pada suami dan suami mendukung. niat ini juga agar rasa sedih saya karena tidak bekerja sebagai dosen lagi terbayar kan karena saya bisa mendidik anak-anak saya sendiri calon mahasiswa kehidupan selanjutny dan sekarang saya bangga atas pilihan saya tidak bekerja diluar dan kembali kepada fitrah untuk mendidik anak-anak dirumah dengan sebik-baiknya.

karena misi hidup saya saat ini adalah agar anak-anak hafal qur"an dan ini adalah langkah agar kami bisa masuk surga bersama-sama, maka ilmu yang harus saya kuasai adalah "ilmu tentang menjadikan anak penghafal Quran"
alasan saya harus memiliki ilmu menjadikan anak-anak penghafal Quran adalah karena saya ingin anak-anak hafal Quran dan Paham Maknanya yang kemudian mereka dapat apliksikan al-Qur'an dalm hidup mereka dan Alasan terbesar adalah agar kami bis masuk surga bersama-sama.

strategi saya untuk menggapai ilmu tersebut adalah. 
  1. memperbaiki diri sendiri, memantaskan diri sendiri untuk masuk surga agar anak-anak melihat sikap ibunya (karena anak butuh contoh)
  2. sembari menatar diri, mulai menyiapkan anak-anak untuk menghafal qur'an
  3. belajar langsug dari yang sudah jadi, maksudnya adalah dengan bersilaturahim pada keluarga ali Quran yang anak-anak nya sudah jadi. dan kemudian mengorek info sedetil mungkin bagaimana mereka bisa anak-anak mereka hafal quran.
  4. anak harus bisa ngaji mandiri, bukan talaqqi.
  5. pendidikan formal anak saat ini (usia 4y,11m) saya stop. saya ganti dengan kegiatan dirumah dengan saya. alhamdulillah selama aktiftas ini berlangsung (semenjak pulang haji di bulan oktober s.d saat ini +   5 bulan anak sudah ngaji di al-quran walau mash harus dibimbing)
  6. rencananya untuk tahun depan saya usia anak 6 tahun, akan saya masukan di kuttab al - fatih bekasi. karena sesuai info yang didapat disana kurkulumnya bagus sekali untuk mendukung anak hafal quran dg sebaik-baiknya. 


perubahan yang saya sedang lakukan adalah mendahulukan menuntut diri sendiri untuk berubah lebih dekat dengan sang maha pencipta, sebelum menuntut anak macam-macam

Demikian cerita saya tentang Cita_Cita Besar saya. 

Terima Kasih.

Maria Ulfah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar